Markaz Buku Online

Markaz Buku Online
Dapatkan Buku-Buku di Markaz Buku Online

Twitter

FanPage Markaz Buku

Artikel-Artikel

Situs Informasi keilmuan

Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar Bahasa Pemrograman

Latest Post
Loading...
Sudah hadir Buku Mahir menganlisa pergerakan harga dan membuat ExpertAdvisor (EA) tanpa guru dengan logika sendiri bagi yang ingin memesannya dapat menghubungi http://www.xflash.co.id/?page=Buku-Buku

Arsip Berita

Masjid Papua Dibakar di Tolikara

Pada Pelaksanaa Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H/ 17 Juli 2015 di Papua yakni di Tolikara terjadi kasus yang sudah sangat luar biasa, yakni Pembakaran MASJID (tempat ibadah Umat Islam), dalam hal ini merupakan kejadian bukan baru kalinya sebelumnya pernah terjadi Di Ambon dengan kasus yang sama, oleh sebab itu jika tidak ditangani dengan serius makan akan jadi konflik SARA.

Beberapa Umat Islam sudah mulai bergerak Pasukan-Pasukan Jihad dari beberapa Kalangan sudah nampak untuk bergerak menyatakan Jihad jika permasalahan ini tidak segera diatasi maka peperangan akan terjadi antar 2 kelompok.
Dalam hal ini penelusuran Asian Konsultasi Online untuk korban jiwa tidak ada namun kerugian  mencapai ratusan juta rupiah lebih, saat ini pihak keamanan sudah menjaga daerah tersebut yang mana sebelumnya tidak melakukan tindakan apapun sehingga terjadi penyerangan disaat umat muslim beribadah.

Padahal sebelumnya sudah diberikan surat dari pihak Gereja yakni Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk Pihak Pemerintah dan yang meliputi didalamnya yakni : Bupati Kabupaten Tolikara, Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Polres Tolikara, danramil Tolikara namun tidak ada perhatian khusus dalam hal ini, selayaknya makan gaji buta semata.

Dalam isi surat yang ditulis oleh pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI) itupun syarat dengan SARA yakni kesewenang-wenangan jika dicermati apa urusan mereka dengan orang yang menggunakan Jilbab dan Orang melakukan Ibadah yang diyakininya.

Seolah-olah ingin menyatakan bahwa di Tolikara tidak ada muslim dan tidak ada agama yang lain dalam hal inipun sudah berpotensi pelanggaran HAM.

Baca Selengkapnya Disini

MetroTV sangat buruk dalam menyampaikan berita 

Pada Beritaan MetroTV nampak jelas berubah-rubah tidak ada kejelasan yang pasti sehingga membingungkan para pembaca yang mana judul pada situsnya berubah disaat masyarakat ingin mengetahui informasi yang terjadi di Kabupaten Tolikara.

Saat pertama kali informasi di publikasikan melalui situs metrotvnews.com yakni yang berjudul : "Saat Imam Masjid Takbir pertama, sekelompok orang datang dan melempari Musala di Tolikara"

Beberapa jam kemudian berubah judulnya yakni "Amuk massa terjadi di Tolikara" sungguh sesuatu yang sangat membingungkan, namun pada intinya adalah : Agar konflik tidak meluas, maka dalam hal ini pemburu berita janganlah gegabah dan terprovokasi dalam pemberitaan tersebut, sehingga akan memperluas konflik yang sangat kita tidak inginkan bersama.

Tindakan yang diambil oleh Pihak MetroTvnews.com sudah sangat tepat untuk mengantisipasi agar konflik tidak meluas.

Semoga Umat Islam dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dalam hal ini dan pemerintah cepat mengambil tindakan dengan tegas dan seadil-adilnya.

0 komentar:

Posting Komentar