Markaz Buku Online

Markaz Buku Online
Dapatkan Buku-Buku di Markaz Buku Online

Twitter

FanPage Markaz Buku

Artikel-Artikel

Situs Informasi keilmuan

Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar Bahasa Pemrograman

Latest Post
Loading...
Sudah hadir Buku Mahir menganlisa pergerakan harga dan membuat ExpertAdvisor (EA) tanpa guru dengan logika sendiri bagi yang ingin memesannya dapat menghubungi http://www.xflash.co.id/?page=Buku-Buku
Senin, 13 Juli 2015
Asiankonsultasionline wadah penyaringan berita serta memberikan informasi yang akurat tanpa ada kepentingan yang tersembunyi serta penumpang gelap yang meliputi atas informasi tersebut.


BAB XXVI
PERBUATAN MERUGIKAN PEMIUTANG ATAU ORANG YANG MEMPUNYAI HAK

  Pasal 396
Seorang pengusaha yang dinyatakan dalam keadaan pailit atau yang diizinkan melepaskan budel oleh pengadilan, diancam karena merugikan pemiutang dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan :
  1. Jika pengeluarannya melewati batas;
  2. Jika yang bersangkutan dengan maksud untuk menangguhkan kepailitannya telah meminjam uang dengan syarat – syarat yang memberatkan, sedang diketahuinya bahwa pinjaman itu tiada mencegah kepailitan;
  3. Jika dia tak dapat memperlihatkan dalam keadaan tak diubah buku – buku dan surat – surat untuk catatan menurut pasal 6 Kitab Undang – undang Hukum Dagang dan tulisan – tulisan yang harus disimpannya menurut pasal itu.
 
Pasal 397
Seorang pengusaha yang dinyatakan dalam keadaan pailit atau diizinkan melepaskan budel oleh pengadilan, diancam karena merugikan pemiutang secara curang jika yang bersangkutan untuk mengurangi hak pemiutang secara curang :
  1. Membikin pengeluaran yang tak ada, maupun tidak membukukan pendapatan, atau menarik barang sesuatu dari budel;
  2. Telah melijerkan (vervreemden) barang sesuatu dengan Cuma – Cuma atau jelas dibawah harganya;
  3. Dengan suatu cara menguntungkan salah seorang pemiutang di waktu pailitnya atau pada saat dimana diketahui bahwa keadaan tersebut tak dapat dicegah;
  4. Tidak memenuhi kewajiban untuk mengadakan pencatatan menurut pasal 6 ayat pertama Kitab Undang – undang Hukum Dagang atau untuk menyimpan dan memperlihatkan buku – buku, surat – surat, dan tulisan – tulisan yang dimaksudkan dalam ayat ketiga pasal tersebut.

Pasal 398
Seorang pengurus atau komisaris perseroan terbatas, maskapai andil Indonesia atau perkumpulan koperasi yang dinyatakan dalam keadaan pailit atau yang diperintahkan penyelesaian oleh pengadilan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan :
  1. Jika yang bersangkutan turut membantu atau mengizinkan untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang bertentangan dengan anggaran dasar, sehingga oleh karena itu seluruh atau sebagian besar dari kerugian diderita oleh perseroan, maskapai atau perkumpulan;
  2. Jika yang bersangkutan dengan maksud untuk menangguhkan kepailitan atau penyelesaian perseroan, maskapai atau perkumpulan, turut membantu atau mengizinkan peminjaman uang dengan syarat – syarat yang memberatkan, padahal diketahuinya tak dapat dicegah keadaaan pailit atau penyelesaiannya;
  3. Jika yang bersangkutan dapat dipersalahkan tidak memenuhi kewajiban yang diterangkan dalam pasal 6 ayat pertama Kitab Undang – undang Hukum Dagang dan pasal 27 ayat pertama ordonansi tentang maskapai andil Indonesia, atau bahwa buku – buku dan surat – surat yang memuat catatan – catatan dan tulisan – tulisan yang disimpan menurut pasal tadi, tidak dapat diperlihatkan dalam keadaan tak diubah.

 Pasal 399
Seorang pengurus atau komisaris perseroan terbatas, maskapai andil Indonesia atau perkumpulan koperasi yang dinyatakan dalam keadaan pailit atau yang penyelesaiannya diperintahkan oleh pengadilan, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika yang bersangkutan mengurangi secara curang hak – hak pemiutang dari perseroan maskapai atau perkumpulan untuk :
  1. Membikin pengeluaran yang tak ada, maupun tidak membukukan pendapatan atau menarik barang sesuatu dari budel;
  2. Telah melijerkan (vervreemden) barang sesuatu dengan Cuma – Cuma atau jelas dibawah harganya;
  3. Dengan sesuatu cara menguntungkan salah seorang pemiutang di waktu kepailitan atau penyelesaian, atau pun pada saat dimana diketahuinya bahwa kepailitan atau penyelesaian tadi tak dapat dicegah;
  4. Tidak memenuhi kewajiban mengadakan catatan menurut Kitab Undang – undang Hukum Dagang atau pasal 27 ayat pertama ordonansi tentang maskapai andil Indonesia, dan tentang menyimpan dan memperlihatkan buku – buku, surat – surat dan tulisan – tulisan menurut pasal – pasal itu.
 
Pasal 400
Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, barangsiapa yang mengurangi dengan penipuan hak – hak pemiutang :
  1. Dalam hal pelepasan budel, kepailitan atau penyelesaian atau pada waktu diketahui akan terjadi salah satu diantaranya dan kemudian sungguh disusul dengan pelepasan budel, kepailitan atau penyelesaian, menarik barang sesuatu dari budel atau menerima pembayaran baik dari hutang yang tak dapat ditagih maupun yang dapat ditagih, dalam hal terakhir dengan diketahuinya bahwa kepailitan atau penyelesaian penghutang sudah dimohonkan, atau akibat rundingan dengan penghutang;
  2. Diwaktu verifikasi piutang – piutang dalam hal pelepasan budel, kepailitan atau penyelesaian, mengaku adanya piutang yang tak ada, atau memperbesar jumlah piutang yang ada.
  Pasal 401
(1)    Seorang pemiutang yang menyetujui tawaran persetujuan dimuka pengadilan karena telah ada persetujuan dengan penghutang maupun pihak ketiga dimana yang bersangkutan minta keuntungan istimewa, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan, jika persetujuan itu diterima.
(2)    Diancam dengan pidana yang sama pada penghutang dalam hal seperti diatas, atau jika penghutang adalah perseroan, maskapai, perkumpulan atau yayasan, pada pengurus atau komisaris yang mengadakan persetujuan.
 Pasal 402
Barangsiapa dinyatakan dalam keadaan jelas tak mampu atau jika bukan pengusaha, dinyatakan dalam keadaan pailit atau dibolehkan melepaskan budel, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, jika yang bersangkutan secara curang mengurangi hak – hak pemiutang dengan mengada – ada pengeluaran yang tak ada, maupun menyembunyikan pendapatan, atau menarik barang sesuatu dari budel ataupun telah melijerkan barang sesuatu dengan  Cuma – Cuma atau terang dibawah harganya, atau diwaktu ketidakmampuannya, pelepasan budelnya atau kepailitannya, atau pada saat dimana diketahuinya bahwa salah satu dari keadaan tadi tak dapat dicegah, menguntungkan salah seorang pemiutang dengan sesuatu cara.
 Pasal 403
Seorang pengurus atau komisaris perseroan terbatas, maskapai andil Indonesia atau perkumpulan koperasi diluar ketentuan pasal 398, turut membantu atau mengizinkan dilakukan perbuatan yang bertentangan dengan anggaran dasar, dan oleh karena itu mengakibatkan perseroan, maskapai atau perkumpulan tak dapat memenuhi kewajibannya, atau harus dibubarkan, diancam dengan pidana denda paling banyak seratus lima puluh ribu rupiah.
 Pasal 404
Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun :
  1. Barangsiapa dengan sengaja menarik barang milik sendiri, atau kalau bukan demikian untuk pemiliknya, dari orang lain yang mempunyai hak gadai, hak menahan, pungut hasil atau pakai atasnya;
  2. Barangsiapa dengan sengaja untuk seluruhnya atau sebagian, menarik barang milik sendiri atau kalau bukan demikian untuk pemiliknya, dari ikatan hipotik atasnya, dengan merugikan pemiutang hipotik;
  3. Barangsiapa dengan sengaja, untuk seluruhnya atau sebagian, menarik suatu barang yang olehnya dibebani ikatan panen, dengan merugikan pemegang ikatan ;
  4. Barangsiapa dengan sengaja, untuk seluruhnya atau sebagian, menarik suatu barang milik sendiri atau kalau bukan demikian, untuk pemiliknya, dari ikatan kredit atasnya, dengan merugikan pemegang ikatan.
  Pasal 405
(1)    Dalam hal pemidanaan berdasarkan salah satu kejahatan yang dirumuskan dalam pasal 397, 399, 400 dan 402, yang bersalah dapat dicabut hak – haknya berdasarkan pasal 35
(2)    Pemidanaan berdasarkan salah satu kejahatan seperti yang dirumuskan dalam pasal 396 – 402, dapat diperintahkan supaya putusan hakim diumumkan.

0 komentar:

Posting Komentar